Peringatan Maulid Nabi di SMPN 216

news
20 September 2024 ||
Peringatan Maulid Nabi di SMPN 216

Peringatan Maulid Nabi di SMPN 216

20 September 2024

 Ust. Zulkifli Abd, Rahim, LC
1. Bulan Robiul Awal, tanggal 12 Tahun Gajah.
Adalah bulan kelahiran nabi. Sebagai penghormatan kita banyak sholawat. Setiap amal manusia antara diterima dan tidak, kecuali bersholawat kepada nabi.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."
(QS. Al-Ahzab: 56)

Cara Allah bersholawat dengan memberikan rahmat kepada rosul

2. Perbanyak membaca shiroh nabi.
Lihat kelahirannya, akhlaknya, perjalanan hidupnya.
Nabi lahir 53 tahun sebelum hijrah. Sekarang 1499 tahun lalu. Ketika lahir Nur/cahaya nabi muhammad di letakan kedalam perut siti Aminah binti Wahab maka Allah memberikan keberkahan dan kemulyaan pada ibundanya. Setelah 9 bulan qomariyah nabi lahir, dengan beriringan dengan kehancuran berhala berhala, api abadi Majusi padam seketika.
Ibunda dan kakeknya mendapatkan bisikan agar menamakan anak itu adalah muhammad.


3. Nama dan akhlak yang bagus mengandung harapan yang baik. Contoh ketika orang tua memberi nama Muhammad mengharapkan prilaku anaknya seperti nabi muhammad.
Ada kitab syamail muhammadiyah imam Tirmidzi yang menjelaskan tentang nabi muhammad. Contoh nabi di gambarkan tidak terlalu pendek tidak terlalu tinggi tapi cendrung tinggi. Rambu rosul tidak keriting tapi tidak lurus. Mata rosul tidak sipit/luas. Hidung rosul tidak pesek. Badan lurus menandakan badan yang kuat, terbukti dalam perang khondak ada batu yang tidak bisa dipecahkan oleh para sahabat tapi sama rosul hanya tiga pukulan pecah. 

4. Meneladani Ketabahan nabi

Meneladani sifat ketabahan Nabi Muhammad SAW adalah salah satu cara terbaik bagi umat Islam untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Ketabahan beliau tampak dalam berbagai peristiwa sepanjang hidupnya yang penuh dengan cobaan, namun beliau selalu menunjukkan kesabaran, ketenangan, dan keikhlasan dalam menjalani setiap ujian.

Berikut beberapa contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW dan bagaimana kita bisa meneladaninya:

a.. Ketabahan dalam Menghadapi Penghinaan dan Penolakan

Ketika pertama kali menerima wahyu dan mulai berdakwah menyebarkan Islam, Nabi Muhammad SAW sering kali dihina, diolok-olok, bahkan dilempari batu oleh orang-orang di Mekkah, termasuk oleh kerabat dekatnya sendiri. Namun, beliau tidak pernah membalas dengan kemarahan atau kebencian. Beliau tetap sabar dan melanjutkan dakwahnya dengan penuh ketabahan.

Teladan bagi kita:
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin menghadapi kritikan, penolakan, atau bahkan penghinaan dari orang lain. Nabi mengajarkan untuk tetap sabar dan tidak membalas dengan kebencian. Ketabahan adalah kunci untuk mempertahankan kebaikan, meskipun dihadapkan pada perlakuan yang tidak adil.

b. Ketabahan dalam Menghadapi Kehilangan Orang-Orang Tercinta

Nabi Muhammad SAW mengalami banyak kehilangan dalam hidupnya, termasuk wafatnya orang tua, kakek, istri tercinta Khadijah, dan beberapa anaknya. Meskipun kesedihan mendalam, beliau tetap tabah dan meyakini bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah.

Teladan bagi kita:
Saat kehilangan orang yang kita cintai, meneladani ketabahan Nabi berarti menerima takdir dengan sabar dan ikhlas. Kita harus meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah menjadi kehendak Allah, dan ada hikmah di balik setiap peristiwa.

 

.